Jumat, 27 April 2012

UKS Darul Iman

UKS Darul Iman, Menuju Pesantren Sehat

 Tim Medis dari Puskesmas Kec Banjar selaku Pembina UKS/PMR Darul Iman

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Nopember 2011 adalah bulan istimewa bagi Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman. Sebuah program yang diimpikan para santri sejak lama, yakni Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Darul Iman, "lahir" pada bulan ini.

Proses pembentukan UKS Darul Iman terhitung cepat. Digagas, didiskusikan dan dirumuskan sejak awal Oktober. Pada hari JUmat 28 Oktober 2011 dan 11 Nopember 2011, diadakan musyawarah dengan unsur Puskesmas Kec Banjar, selaku mitra utama Program UKS.  Beberapa persiapan kemudian dilakukan, dan Alhamdulillah, Rabu, 16 Nopember 2011 lalu, UKS Darul Iman resmi dibuka. Sejumlah pejabat lokal hadir ke Darul Iman, di antaranya dr Kodiat Juarsa (Kasi Kesehatan Remaja Dinkes Pandeglang), dr.Ika Marliah, M.Si (Kepala Puskesmas Banjar), Kepala UPT Dinas Pendidikan Kec Banjar, Kades Kadulimus, serta sejumlah tenaga medis. Tim Pelaksana UKS Darul Iman pun dikukuhkan, berbekal SK Direktur Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman, No 02/SK/YPPTDI/XI/2011.

Untuk sementara ini, Program utama UKS Darul Iman terkonsentrasi pada tiga hal yang merupakan Trias UKS, yakni Pelayanan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan, dan Penciptaan Lingkungan Sehat. Program Pelayanan Kesehatan diwujudkan dengan pemeriksaan kesehatan santri setiap hari Selasa. Alhamdulillah, hingga catatan ini ditulis, sudah dua Selasa kami lalui dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Selasa 8 Nop lalu untuk kelas 1 dan 2 MTs, sedangkan Selasa 22 Nop yang baru berlalu adalah untuk kelas 3 MTs.

Program Pendidikan Kesehatan diwujudkan melalui pembentukan Kader Kesehatan Remaja (KKR), sebanyak 35 santri Aliyah. Mereka setiap hari Jumat pagi mendapat pelatihan tentang dasar-dasar ilmu kesehatan dari tim medis Puskesmas Banjar. Program ini pun sudah dimulai sejak Jumat 18 Nop 2011 lalu.

Masih terkait dengan program Pendidikan Ksehatan ini pula, Alhamdulillah 3 (tiga) orang kader UKS kami, mendapat kepercayaan mewakili Kab Pandeglang pada acara Pelatihan Kader Kesehatan Remaja, yang diselenggarakan oleh DInkes prop Banten, 21-25 Nop 2011 ini di Kota Serang. Harapan kami, semoga sekembalinya dari acara itu, ketiganya dapat menjadi "nutrisi" baru bagi UKS Darul Iman.

Program Ketiga adalah Penciptaan Lingkungan Sehat. Program ini diwujudkan dengan kegiatan Jumat Bersih, Anugerah Kamar Terbersih, Anugerah Lemari Terapih, serta Pembuatan Taman Sekolah. Taman ini rencananya akan dibangun di halaman gedung baru, di tepi lapangan hijau. 

Melalui program UKS Darul Iman, kami bermaksud mewujudkan visi Santri Sehat Pesantren Sehat. Mohon dukungannya juga dari pembaca semua. Salam dari Darul Iman.

Darul Iman, 22 Nopember 2011

Jodoh di Pesantren

Mereka Bertemu Jodoh di Darul Iman
 

Abdul Gofur dan Ayoh Febriyanti yang baru saja melangsungkan pernikahan beberapa hari lalu, hanyalah satu di antara sekian puluh pasangan suami isteri yang sama-sama alumni – atau setidaknya pernah menjadi santri – Darul Iman. Siapa saja yang lainnya? Berikut ulasannya.

Sekitar tahun 1996 atau 1997, Sony Tulung, presenter acara Kuis Famili 100 di salah satu stasiun TV swasta, bertanya kepada para peserta kuis, “Di mana orang biasa bertemu jodoh?” Para peserta pun berlomba menjawab dengan jawaban yang variatif. Dan ternyata, jawaban dengan rating tertinggi adalah “di kampus atau sekolahan”.

Ya, survey membuktikan bahwa kampus atau sekolahan terbukti menjadi sebuah tempat pertemuan jodoh yang paling efektif. Satu bukti sederhana, adalah lembaga pendidikan kita tercinta, Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman. Tak kurang dari 20 pasangan suami isteri yang ada saat ini, adalah mereka yang sama-sama pernah mengecap pendidikan di pesantren yang berdiri pada tahun 1991 ini. (Selengkapnya dapat dilihat di table)

Di antara mereka, ada yang memang sudah saling mengenal sejak masih di pondok, karena sama-sama aktif di organisasi atau karena memang satu kelas. Kemudian perkenalan itu terus dilanjutkan hingga setelah lulus, dan berakhir di pelaminan. Ini terjadi pada sebagian besar pasangan. Ada lagi pasangan yang justru dekat ketika sama-sama telah lulus dari Darul Iman. Saat di pondok, keduanya hanya kenal atau berteman biasa. Begitu lulus, komunikasi di antara mereka mulai terbangun secara intensive dan special

Tetapi yang unik, ada pasangan yang saat di pondok, keduanya mengaku sama-sama tidak saling mengenal, karena jarak angkatan yang jauh. Ayoh dan Gofur mewakili kelompok ini. “Saat di pondok, saya tidak kenal dia, dan dia tidak kenal saya”, kenang Gofur, beberapa hari sebelum pernikahan berlangsung. Ayoh pun mengiyakan. Kok bisa? “Waktu itu, saya kelas VI, sedangkan Ayoh kelas I”, tutur Gofur yang lulus dari Darul Iman pada tahun 2000. Bisa jadi, kala itu Gofur konsentrasi penuh pada ujian akhir, sedangkan Ayoh yang baru masuk, sibuk dengan masa adaptasi di lingkungan pesantren. Praktis, di antara keduanya tidak ada komunikasi.

Santri-Guru  
Perjodohan yang terjalin dari Darul Iman, tak hanya sesame santri. Ada juga dari kalangan guru yang menikah dengan santri, guru dengan guru, dan bahkan santri dengan wali santri.

Di antara pasangan guru dengan santri adalah Ust Abdurrosyad dengan Euis Hermawati, Usth Uus dengan Fathurrahman, dan Ust Munif dengan Ani Mukarimah. Pasangan guru dengan guru adalah Ust Ahmad Mujani dengan Usth Maesaroh.

Santri menikah dengan santri, guru menikah dengan santri, atau santri menikah dengan guru, barangkali termasuk hal yang lumrah terjadi. Yang jarang terjadi adalah santri menikah dengan orangtua temannya sendiri. Seperti yang dialami oleh Rohimah, santriwati asal Lampung yang menikah dengan H Encep, yang tak lain adalah ayah Nurlela, kawan sekelas Rohimah di Darul Iman. Dengan demikian, Rohimah tak lagi sekedar sahabat bagi Nurlela, tetapi kini merangkap sebagai ibu.

Urusan jodoh memang benar-benar rahasia ilahi. Hari ini teman sekelas, bisa jadi esok lusa menjadi teman hidup. Seperti yang telah terjadi pada puluhan pasangan alumni Darul Iman. Siapa lagi yang akan menyusul ?

Tabel Data Pasangan Suami Isteri*

No   Suami / Angkatan       Isteri / Angkatan
1      Abdul Gofur (IV)             Ayoh Febriyanti (X)
2      Ahmad Juhaedi (X)          Atria Sunengsih (X)
3      Munajat (VIII)                Kiki Zakia (VII)
4      Anugerah Sejati (V)        Dina (V)
5      Agung Rahadian (I)        Nina Maryana (II)
6      Encuk Sudarma (I)          Yanti (II)
7      Ust Dedi Wijaya              Ade Eka Safitri (III)
8      Fahrudin (II)                  Titin Sumarni (II)
9      Nurhasan (I)                  Imas Masnah (V)
10    Fathurrahman (I)            Usth Uus
11    Maulana Sodik (IV)          Usth Eha
12    Ust Abdurrosyad            Euis Hermawati (II)
13    Ust Munif                       Ani Mukarimah (2)
14    Jaka (V)                        Malul Hayat (V)
15    Ust Ahmad Mujani          Usth Maesaroh
16    Nurhadiansyah (IV)        Yuli Kurniawati (II)
17    Hasanudin (VI)               Santi (X)
18    Heri (XI)                        Citra (XII)
19    Ryan Ruhyat                 Neni
20    H Encep (Wali Santri)      Rohimah (I)

* Sumber data : wawancara dengan Ibu Dra Maesaroh, Kep MA Darul Iman.